Wacana perluasan wewenang presiden diinisiasi oleh Partai Komunis China (NPC) yang menginginkan batas dua periode masa jabatan presiden ditiadakan. Jika disahkan, amandemen ini memungkinkan Xi menjadi presiden sekaligus pemimpin Partai Komunis dan panglima militer hingga lebih dari 2023.
Sebanyak 3.000 anggota delegasi dari seluruh China berkumpul di Aula Besar Rakyat dalam Kongres Nasional Rakyat China yang akan berlangsung selama dua pekan. Pertemuan diawali penyampaian laporan kerja pemerintah oleh Perdana Menteri Li Keqiang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengamat khawatir penghapusan batas masa jabatan bisa memicu ketidakstabilan dan kekacauan politik seperti pada pemerintahan Mao Zedong, yang berkuasa 1949-1976.
Namun, juru bicara Partai Komunis China, Zhang Yesui, menampik kekhawatiran tersebut dengan mengatakan bahwa amandemen diperlukan untuk menyelaraskan kepemimpinan presiden, ketua partai, dan kepala angkatan bersenjata negara.
"[Amandemen] sangat kondusif untuk menegaskan otoritas dan menyatukan kepemimpinan," kata Zhang.
Penerus yang tepat
Wacana penghapusan batas kepemimpinan presiden ini dianggap sebagai upaya Xi mencari penerusnya yang tepat.
Selain itu, peluang menjabat hingga lebih dari dua periode membuat Xi berpeluang menyelesaikan visinya memperkuat masyarakat dan militer China sebagai kekuatan global baru.
Xi Jinping disebut masih butuh banyak waktu untuk menjabat. (REUTERS/Jason Lee) |
Hua Po, pengamat politik China di Beijing, mengatakan Xi masih membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan "kekacauan" yang ia dapat ketika pertama menjabat sebagai presiden lima tahun lalu.
"Sistem China adalah sistem yang membutuhkan pemimpin kuat. Tapi tidak mudah melatih pemimpin kuat. Xi butuh waktu lebih banyak untuk mencari dan melatih penerusnya yang tepat."
Menurut Hua, jika Xi tidak bisa memperpanjang masa jabatannya, kepemimpinan China diperkirakan akan kembali jatuh kepada penerus yang korup.
"Dan itu membuat upaya Xi selama bertahun-tahun akan sia-sia," lanjutnya.
(aal)
Xi Jinping disebut masih butuh banyak waktu untuk menjabat. (REUTERS/Jason Lee)