Anggaran pertahanan 2018 ditetapkan sebesar 1,1 triliun yuan atau Rp2.384 triliun, menurut laporan yang diterbitkan pada pembukaan rapat tahunan parlemen, dikutip Reuters.
Nilai anggaran pertahanan ini dipantau ketat oleh dunia untuk mengetahui niat strategis China sementara negara tersebut mengembangkan kemampuan militer baru, termasuk jet tempur siluman, kapal induk dan peluru kendali anti-satelit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggaran belanja pertahanan 2018 ditetapkan sementara pertumbuhan perekonomian China naik 6,9 persen tahun lalu, percepatan pertama sejak 2010. Namun, China mempertahankan target pertumbuhan ekonominya di sekitar 6,5 persen, kata Li, sama dengan 2017 meski target itu sudah terlampaui.
Angkatan bersenjata China adalah yang terbesar di dunia. (AFP Photo/Stringer) |
"Laju dan skala pembangunan ini sangat dramatis. Hal ini sangat menggelisahkan bagi Australia dan banyak negara lain di kawasan," kata Sam Roggeveen, peneliti tamu di Pusat Studi Strategis dan Pertahanan Australian National University di Canberra.
"Yang belum jelas, walau demikian, adalah apakah Amerika Serikat akan bangkit untuk menghadapi tantangan tersebut."
Anggaran tersembunyi
China tidak menjelaskan dengan detail pengalokasian anggaran pertahanannya, membuat negara-negara tetangga dan kekuatan militer lain mengkomplain, menyebut ketidaktransparanan itu memicu peningkatan ketegangan regional.
Sejumlah diplomat mengatakan angka pertahanan China kemungkinan lebih kecil daripada pengeluaran militer sesungguhnya untuk Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat, tentara terbesar di dunia yang kini berada di tengah program modernisasi ala Xi Jinping.
"Sebagian pengeluaran akan disembunyikan di pengeluaran sipil," kata diplomat yang enggan disebut namanya.
[Gambas:Video CNN] (aal)
Angkatan bersenjata China adalah yang terbesar di dunia. (AFP Photo/Stringer)