Duterte dengan amarah yang berapi-api itu diadukan pengacara Filipina ke ICC. Duterte dituduh menjadikan pembunuhan sebagai "praktik terbaik" dalam perang sengitnya melawan narkoba 19 bulan terakhir.
Bulan lalu ICC telah memulai pemeriksaan pendahuluan demi menentukan apakah mereka memiliki yuridiksi, dan apakah kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Percayalah. Mereka tidak akan pernah bisa, berharap untuk memperoleh yuridiksi atas orang-orang saya," kata dia seperti dilansir Reuters.
Duterte sebelumnya menyebut ICC "tidak berguna" dan "munafik".
Meski Duterte menyatakan akan terbuka kepada penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan ICC, minggu lalu dia mengatakan kepada pasukan keamanan bahwa mereka seharusnya tidak bekerja sama dengan mereka.
Pemerintahannya membantah tuduhan para aktivis bahwa pengedar dan pengguna narkoba ditargetkan secara sistematis untuk eksekusi.
Polisi mengatakan mereka telah membunuh sekitar 4.100 pengedar narkoba dalam baku tembak. Namun dikatakan mereka tidak memiliki hubungan dengan pasukan bersenjata tak dikenal yang membunuh ratusan pengguna narkoba.
Duterte juga mengatakan bahwa keanggotaan ICC Filipina mungkin invalid pada tingkat domestik, karena aksesi Manila pada Statuta Roma yang menjadi syarat keanggotaan ICC tidak diumumkan dalam surat kabar resmi negara.
[Gambas:Video CNN] (nat)