FOTO: Sulitnya Merajut Perdamaian Muslim-Buddha di Sri Lanka

Reuters, AFP, CNN Indonesia | Kamis, 08/03/2018 08:02 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sri Lanka menyatakan status darurat selama 10 hari setelah bentrokan antara umat mayoritas Buddha Sinhala dan minoritas Muslim pecah di pusat distrik Kandy.

Bentrokan komunal pecah setelah sekelompok warga Buddha dilaporkan membakar toko kelontong milik seorang warga Muslim di wilayah tersebut. (REUTERS/Stringer)
Kerusuhan dan pembakaran toko di Distrik Kandy bermula pada Minggu (4/3), setelah seorang sopir truk, yang merupakan umat Buddha Sinhala, meninggal beberapa hari usai bertengkar dengan empat warga Muslim di sana. (REUTERS/Stringer)
Bentrokan pecah pada Senin (5/3), tak lama setelah pemakaman sang sopir selesai. Polisi menyebut sekelompok umat Buddha menyerang dan membakar toko-toko milik umat Muslim di distrik tersebut. Jenazah seorang warga ditemukan dalam salah satu toko yang terbakar itu. (AFP PHOTO)
Ketegangan antara masyarakat Buddha dan Muslim terus meningkat di negara Asia Selatan itu dalam beberapa tahun terakhir. (AFP PHOTO)
Umat Muslim hanya berpopulasi sekitar 9 persen dari total 21 juta penduduk Sri Lanka. Sementara jumlah umat Buddha di sana mencapai 70 persen dan 13 persen lainnya beragama Hindu. (AFP PHOTO)
Beberapa pihak dilaporkan mencoba menghasut warga untuk memicu kericuhan melalui media sosial Facebook. Karena itu, otoritas Sri Lanka memblokir media sosial, seperti Facebook, Viber, dan Whatsapp, untuk mencegah meluasnya kekerasan komunal. (AFP PHOTO/ISHARA S. KODIKARA)
Ketegangan antara masyarakat Buddha dan Muslim terus meningkat di negara Asia Selatan itu dalam beberapa tahun terakhir.  Umat Buddha garis keras menuding Muslim di sana memaksa orang-orang memeluk agama Islam atau merusak situs arkeologi Buddha. (AFP PHOTO)