Media lokal China menyebut perbaikan hubungan Korea Selatan, Korut, dan Amerika Serikat belakangan ini tak lepas dari peran Beijing.
Beberapa media seperti tabloid Global Times dan koran Partai Komunis China, People's Daily, berupaya memperlihatkan kepada publik bahwa peran Beijing tak bisa diabaikan dalam perbaikan relasi AS-Korut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus dimengerti bahwa sinyal-sinyal meredanya ketegangan ini merupakan hasil dari proposal penangguhan dua kebijakan tersebut," bunyi editorial People's Daily, dikutip Reuters, Senin (12/3).
Koran tersebut mengklaim bahwa Presiden Trump menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Presiden Xi Jinping melalui telepon. Menurut artikel itu, Trump bersyukur karena selama ini China menekankan pendekatan dialog kepada AS.
"Pihak AS sangat berterima kasih dan menaruh perhatian tinggi pada peran penting China dalam masalah Semenanjung Korea."
Meski begitu, kedekatan Pyongyang dan Beijing kini tidak sedekat dulu. Sejak Kim Jong-un menjabat 2011 lalu, pemimpin tertinggi Korut itu belum pernah mengunjungi China, tidak seperti kakek dan ayahnya.
Hubungan Korsel dan Korut membaik setelah Olimpiade Pyeongchang. (The Presidential Blue House/Yonhap via REUTERS) |
Meski tak sedekat dulu, peran China dalam setiap dialog yang melibatkan AS dan Korut dianggap tetap penting.
Zheng mengatakan China adalah satu-satunya negara yang bisa memainkan peran penjamin jika AS dan Korut benar-benar menginginkan hasil yang signifikan dalam dialog antara keduanya.
"Tidak masalah apakah pembicaraan AS-Korut mengarah kepada perang atau damai, jika tidak ada bantuan dari China maka tidak mungkin terjadi stabilitas keamanan yang nyata di Semenanjung Korea."
(aal)
Hubungan Korsel dan Korut membaik setelah Olimpiade Pyeongchang. (The Presidential Blue House/Yonhap via REUTERS)