"Kami telah berulang kali memperingatkan bahwa media Barat akan meluncurkan kampanye skala besar yang bertujuan menjatuhkan Rusia dan merusak kepercayaan kami menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia, Selasa (13/3).
"Seperti yang kami asumsikan, Inggris telah secara aktif terlihat tidak bisa memaafkan Rusia bahwa kami lah yang terpilih dalam kompetisi secara jujur untuk menjadi tuan rumah turnamen tersebut."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tudingan terhadap Rusia ini merupakan bagian dari kampanye informasi dan politik berdasarkan provokasi. Tudingan ini adalah pertunjukan sirkus dalam parlemen Inggris," kata Zakharova kepada kantor berita pemerintah, seperti dikitip AFP.
"Daripada membuat dongeng baru, mungkin seseorang dari negara itu bisa menjelaskan bagaimana sejumlah kasus sebelumnya [yang serupa] berakhir. Soal kasus kematian Litvinenko, Berezovsky, Perepilichny, dan banyak lainnya yang secara misterius meninggal di tanah Inggris," lanjutnya.
Penyelidikan polisi menunjukkan Skripal terpapar racun Novichok, jenis senjata kimia yang dikembangkan oleh Rusia. Menurut May, Rusia kerap menggunakan racun itu untuk membunuh "pembangkang."
Senada dengan Inggris, Amerika Serikat juga berasumsi bahwa Rusia kemungkinan besar berada di balik serangan racun itu. (has)