Seperti dillaporkan oleh Reuters, kematiannya diunggah oleh salah satu temannya, Damian Kudryavtsev, melalui akun Facebook-nya. Namun, penyebab kematiannya belum jelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah, kepolisian Inggris mengonfirmasi bahwa kematian seorang pria berusian 60-an di London tak terkait dengan tewasnya seorang agen ganda di Salisbury, belum lama ini.
Hal itu diketahui setelah pihak kepolisian antiteroris melakukan pemeriksaan ke lokasi ditemukannya korban di Clarence Avenue, New Malden, pada Senin (12/3) pukul 22.46 GMT.
"Kematiannya saat ini dianggap tak bisa dijelaskan," ujar kepolisian London dalam sebuah pernyataan. "Tidak ada bukti yang mengaitkannya dengan kematian di Salisbury," imbuhnya.
Sebelumnya, Sergei Skripal (66), eks mata-mata Rusia ditemukan dalam keadaan tak sadar bersama putrinya, Yulia (33), di sebuah bangku pusat perbelajaan, di Salisbury, Inggris, pada Minggu (4/3).
Polisi mengonfirmasi Skripal dan putrinya diracun menggunakan agen saraf, zat kimia yang bisa melumpuhkan sistem saraf hingga menyebabkan kematian. (arh)