"Rusia tidak akan menanggapi ultimatum London sampai menerima sampel zat kimia yang dimaksud," ujar seorang juru bicara Kedubes Rusia di London kepada Reuters.
Melalui pernyataan itu, Rusia menegaskan bahwa pemerintah tak terlibat dalam insiden tersebut. Rusia pun meminta pemenuhan kewajiban internasional untuk penyelidikan bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Selasa itu, May dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga sepakat bahwa Rusia harus memberikan "jawaban yang tidak ambigu."
May menyampaikan ultimatum ini setelah seorang mantan agen ganda Rusia dan Inggris, Sergei Skripal, ditemukan tak sadarkan diri di sebuah restoran di Salisbury bersama putrinya, Yulia, pada pekan lalu.
Sergei Skripal adalah mantan intelijen militer Rusia yang mengkhianati puluhan agen negaranya dengan bekerja untuk intelijen Inggris. Skripal ditangkap di Moskow dan dipenjara pada 2006.
Dia dibebaskan pada 2010 dalam sebuah program pertukaran mata-mata. Skripal dan putrinya kemudian menetap di Salisbury. (lit/has)