"Kami bertemu secara diam-diam dengan pejabat senior Korea Utara dalam 14 kesempatan," ujar pemimpin delegasi Parlemen Eropa, Nirj Deva, kepada AFP.
Deva membeberkan bahwa pertemuan dengan pejabat Korut itu biasanya dilakukan di Brussels. Di sana, mereka mendengarkan kekhawatiran Korut dan mencoba meyakinkan mereka akan risiko perang nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya melakukan advokasi ini dengan sangat rahasia. Baru sekarang kami memberi tahu upaya ini agar publik mengetahui perundingan ini," ucap Deva.
Tak hanya Korut, delegasi Parlemen Eropa ini juga bertemu dengan pejabat senior dari Amerika Serikat, China, Jepang, dan Korea Selatan untuk mencapai "denuklirisasi di Semenanjung Korea."
Rencana pertemuan ini diumumkan oleh delegasi Korsel setelah menyampaikan undangan langsung dari Kim Jong-un kepada Trump. Kim menyampaikan undangan pertemuan itu kepada delegasi Korsel saat bertemu di Pyongyang pada Februari lalu.
Trump langsung menerima undangan itu, tapi hingga kini, Korut belum memberikan keterangan resmi mengenai pertemuan tersebut. Jika benar terjadi, ini akan menjadi pertemuan pertama antara pemimpin negara AS dan Korut sepanjang sejarah. (has)