Ledakan terjadi dekat pos pemeriksaan, beberapa kilometer dari tempat tinggal keluarga Sharif dan di samping pusat berkumpulnya Tableeghi Jamaat. Bom meledak saat para polisi di pos sedang melakukan pergantian giliran jaga. Sekitar 25 orang lain terluka akibat serangan ini.
Menurut seorang petugas penyelamat, dari laporan telepon yang mereka terima menyebut bom itu sebagai ledakan pipa. Namun dampak dan suara yang terjadi mengindikasikan ledakan sebagai serangan teroris. Ledakan tersebut sangat kuat hingga suaranya tetap terdengar beberapa kilometer dari lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ambulans mengangkut korban luka-luka ke kompleks medis Sharif serta rumah sakit terdekat lainnya.
Wakil Inspektur Jenderal Polisi Lahore, Dr Haider Ashraf mengatakan, "Seorang remaja lelaki meledakkan dirinya di pos pemeriksaan yang dekat pusat Tableeghi dimana setidaknya ada 14 atau lebih polisi."
Usia si remaja lelaki itu tidak dipublikasikan.
Ashraf mengatakan "personil polisi" adalah sasaran ledakan tersebut. "Kondisi beberapa aparat kepolisian kritis," katanya.
Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) dilaporkan telah mengaku bertanggung jawab atas serangan yang terjadi seminggu sebelum semi final Super League Pakistan di Lahore ini.
"Semifinal PSL akan diadakan di Lahore sesuai jadwal karena kami telah mengatur semua keamanan," kata Ashraf.
Ini adalah ledakan pertama ibukota provinsi tersebut di tahun 2018. Lahore mengalami banyak serangan teror pada 2017 yang menewaskan lebih dari 60 orang. (nat/nat)