Dalam laporan kantor berita RIA yang dikutip Reuters pada Kamis (15/3), Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan tuduhan tersebut tidak dapat diterima dan diplomat Inggris akan diusir.
Inggris lebih dulu mengusir 23 diplomat Rusia karena negara tersebut diduga terlibat dalam serangan racun terhadap Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, di Salisbury.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kesombongan dan sarkasme dalam respons yang kami dengar dari Rusia yang mengindikasi kesalahan mereka," katanya, kepada BBC, sebagaimana dikutip Reuters.
"Mereka ingin menyangkal sekaligus membanggakannya," imbuh dia.
Inggris menyuebut Skripal dan Yulia diserang dengan racun era Soviet, 'Novichok'. Mereka ditemukan tak sadarkan diri pada 4 Maret dan sekarang masih dalam keadaan kritis di rumah sakit.
Di dalam negeri, pemerintah Inggris mendapat tekanan dari anggota parlemen dan media untuk menegaskan sikap kepada Rusia.
Johnson menyarankan adanya konsekuansi lebih lanjut terhadap orang-orang kaya Rusia yang memiliki aset di Inggris. Badan Kejahatan Nasional dan Kejahatan Ekonomi tengah menjalankan investigasi kepada sejumlah orang namun menolak untuk memberi detail dengan alasan hukum.
"Apa yang diinginkan orang adalah beberapa orang kaya ... dengan kekayaannya yang dapat dihubungkan dengan Vladimir Putin, mungkin saja badan hukum, yang dapat dihukum oleh polisi atas kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, untuk membawa mereka ke pengadilan atas tindakan kotor korupsi mereka," katanya.
(lit/aal)