"Arab Saudi tidak ingin mempunyai bom nuklir, tapi tanpa ragu, jika Iran mengembangkan bom nuklir, kami akan mengikuti sesegera mungkin," kata Mohammed dalam wawancara dengan CBS yang dikutip AFP pada Kamis (15/3).
Pangeran berusia 32 tahun itu mengatakan dirinya menganggap Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, adalah "Hitler yang baru" karena dia ingin "memperluas."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wawancara itu dijadwalkan untuk disiarkan akhir pekan ini, dua hari sebelum dia dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.
AS tengah mengupayakan sanksi internasional baru terhadap Iran karena Teheran diduga memasok senjata untuk pemberontak Houthi di Yaman.
Langkah itu gagal di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa belum lama ini karena resolusi yang sudah disepakati mayoritas anggota kemudian diveto oleh Rusia.
(aal)