Menurut Universitas Internasional Florida (FIU), jembatan yang menghubungkan kampusnya dengan Kota Sweetwater itu dibangun menggunakan teknik Konstruksi Jembatan Terakselarasi (ABC).
Berdasarkan keterangan Kementerian Transportasi dan Jalan Federal AS yang dirujuk Reuters, ABC menggunakan metode, desain, dan material berbeda agar lebih aman dan tahan lama ketimbang jembatan konvensional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari segi material, instalasi ini disebut sebagai jembatan pertama di dunia yang menggunakan bahan dengan sistem pembersihan otomatis, titanium dioksida.
Teknik ini dipromosikan oleh kementerian transportasi melalui inisiatif bernama Every Day Counts. Dengan teknik ini, jembatan dapat dibangun dalam 48-72 jam, mengurangi masa perencanaan dan pengerjaan yang biasanya memakan waktu bertahun-tahun.
Kementerian tersebut pun membiayai keseluruhan dana US$14,1 juta untuk pembangunan jembatan tersebut, melalui program Investasi Transportasi Perbaikan Ekonomi Umum (TIGER) dengan anggaran total US$19,4 juta.
FIGG Engineering yang ikut serta dalam proyek pembangunan ini menyatakan bahwa insiden ini adalah yang pertama dalam sejarah 40 tahun mereka berdiri.
Kedua perusahaan ini menyatakan siap berkoordinasi dalam proses investigasi insiden yang dilaporkan menewaskan empat orang ini. (has)