"Terus terang, saya rasa mereka sedikit terkejut dengan Washington, Presiden Trump yang dengan segera menerima," kata Duta Besar Joseph Yun mengatakan kepada CNN. "Mereka mengira akan dibutuhkan sedikit waktu."
Yun mengundurkan secara tiba-tiba dari posisinya sebagai perwakilan khusus untuk kebijakan Korea Utara di AS pada awal bulan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum mencairnya keadaan politik, ketegangan antara kedua negara tetangga tersebut memuncak dengan uji coba rudal Korea Utara yang semakin canggih. Uji coba tersebut direspons Trump dengan ancaman "api dan amarah" serta sanksi baru dari masyarakat internasional.
"Mereka sekarang memiliki senjata nuklir dan sistem pengiriman yang dapat mengancam semua negara bagian di Amerika Serikat," kata Yun kepada CNN pada Kamis (15/3).
"Berbeda dengan dulu, saat kita berusaha menghentikan mereka sampai ke tahap ini, jadi masalah ini butuh perhatian yang berbeda, fokus yang berbeda dan pendekatan yang berbeda," ia menambahkan.
Tujuan perjalanan tersebut adalah membawa pulang mahasiswa Amerika yang dipenjara oleh Korut, Otto Warmbier. Dia meninggal tak lama setelah dibebaskan.
Kim Jong-un disebut bersedia menemui Trump setelah lebih dulu memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan. (The Presidential Blue House/Yonhap via REUTERS) |
"Proses lebih baik dari tidak ada sama sekali," ujarnya.
CNN sempat melaporkan perpecahan dalam tim keamanan nasional Presiden saat mempertimbangkan apakah krisis ini perlu dihadapi dengan serangan militer "berdarah."
Penasihat keamanan nasional HR McMaster adalah salah satu penasihat yang mendukung serangan tersebut, sementara Menteri Pertahanan James Mattis dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson memilih pendekatan diplomatik.
"Dalam sebuah pemerintahan, akan ada pandangan yang berbeda," kata Yun. "Tapi saya pikir sudah tiba saatnya, benar-benar, untuk berbicara dengan satu suara tunggal dan suara itu harus milik Presiden."
Pada Selasa, Trump mengumumkan bahwa dia akan mengganti Tillerson dengan Pompeo, yang saat ini menjabat sebagai direktur CIA.
Menlu AS Rex Tillerson dipecat di tengah wacana pertemuan Trump dan Kim. (REUTERS/Yuri Gripas) |
Yun mengatakan, meski percaya Kemlu didukung Gedung Putih dalam kebijakan yang lebih luas menyangkut Korea Utara, perundingan mendatang semakin menekankan pentingnya sinkronisasi antara Presiden dan para diplomat yang melaksanakan kebijakannya.
Yun mengatakan kepada CNN bahwa dia tidak merasa Presiden akan "dipermainkan" oleh sang pemimpin Korea Utara.
"Saya pikir tujuannya sudah jelas," kata Yun, dan "banyak pekerjaan rumah" yang dilakukan untuk persiapan.
Meski optimistis, Yun mengakui perundingan dapat berjalan buruk dan meningkatkan ketegangan di semenanjung hingga lebih buruk dari keadaan pada akhir 2017.
(lit/aal)
Kim Jong-un disebut bersedia menemui Trump setelah lebih dulu memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan. (The Presidential Blue House/Yonhap via REUTERS)
Menlu AS Rex Tillerson dipecat di tengah wacana pertemuan Trump dan Kim. (REUTERS/Yuri Gripas)