Perdana Menteri Theresa May menuding Rusia bertanggung jawab atas serangan terhadap agen ganda Rusia yang membelot ke Inggris, Sergei Skripal, dan putrinya, Yulia, yang ditemukan dalam keadaan tak sadar di bangku umum di Salisbury.
Insiden yang jadi serangan racun saraf pertama di Eropa sejak Perang Dunia II ini membuat Inggris menghukum Rusia dengan mengusir para diplomat Rusia yang diyakini merupakan mata-mata tak resmi. Mereka diberi waktu satu pekan untuk meninggalkan London.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara May bertemu dengan para pejabat tinggi dan penasihat keamanan nasional, juru bicaranya mengumumkan sejumlah langkah baru untuk melacak orang-orang yang masuk ke wilayah Inggris dan dinilai bisa jadi ancaman.
Pesawat Ilyushin-96 milik pemerintah, dengan tulisan 'Rossiya' dan bendera kebangsaan terpampang di sisinya, menjemput para diplomat secara khusus. Mereka dilepas secara hangat oleh diplomat tertinggi Rusia di London.
Berterima kasih atas nama Presiden Vladimir Putin, Duta Besar Alexander yakovenko mengatakan "kami bangga." Demikian dilaporkan Reuters.
(aal)