Pendiri MNLF, Nur Misuari, menyebut kelompoknya akan segera bergabung dalam patroli pengamanan perbatasan maritim yang dilakukan pemerintah RI.
"Segera kami akan melakukan patroli bersama dengan Pemerintah Indonesia," kata Misuari di hadapan ribuan pendukung MNLF di Davao, dikutip Rappler pada Selasa (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar ini langsung dibantah oleh Kementerian Pertahanan RI.
"Jadi yang benar adalah bahwa Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Filipina dan Malaysia dalam kegiatan Patroli Maritim Terkoordinasi Trilateral," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Brigjen TNI Totok Sugiharto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.
Totok menekankan patroli trilateral itu sudah digelar ketiga negara sejak Juni 2017 untuk merespons ancaman keamanan maritim, terutama pembajakan kapal yang kerap terjadi di sekitar Laut Sulu dan Laut Sulawesi.
"Indonesia akan mendukung semua upaya yang diambil militer Filipina dalam upaya membasmi terorisme," ujar Totok.
MNLF telah melancarkan pemberontaknnya melawan pemerintah Filipina sejak akhir 1960-an. Namun, belakangan, beberapa faksi di MNLF sepakat berdamai dengan pemerintah Filipina.
Kelompok itu juga turut membantu pasukan pemerintah menumbangkan pemberontak Maute dan Abu Sayyaf yang sempat menduduki Marawi.
(aal)