"Pagi ini, Korea Utara mengirimkan pesan melalui saluran komunikasi di Panmujon yang menyatakan kesediaan mereka atas usulan kami pada tanggal 22 lalu untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi," bunyi pernyataan Kementerian Unifikasi Korsel, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (24/3).
Kementerian Unifikasi Korsel kemudian menyatakan bahwa pertemuan persiapan itu akan digelar pada Kamis mendatang di Panmujon, desa perbatasan di mana gencatan senjata diberlakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara rencana pertemuan dengan Korsel berjalan lancar, jadwal bilateral antara Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang rencananya dihelat pada Mei mendatang masih di ambang ketidakpastian.
Namun, sejak saat itu, tak pernah ada pernyataan resmi dari Korut. Hingga akhirnya pada awal bulan ini, kantor berita pemerintah Korut, KCNA, menulis editorial mengenai rencana pertemuan tersebut.
Meski mengonfirmasi rencana itu, Korut mengkritik AS karena menyebut Pyongyang mau berdiskusi karena sanksi internasional sudah mulai mencekik warganya.
"Pernyataan sampah 'sebagai hasil sanksi dan tekanan' yang dikeluarkan oleh pasukan musuh itu tidak ada artinya, sangat sia-sia," tulis KCNA.