Erler mengatakan pengusiran empat diplomat Rusia dari negaranya hanya simbol solidaritas terhadap Inggris. Walau begitu, dia mengatakan jalur komunikasi dengan Kremlin tetap terbuka.
"Kami memiliki posisi jelas dan tidak tergoyahkan. Tapi kami tetap ingin menjaga dialog dengan Moskow. Kita harus melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk mencegah perang dingin dengan Rusia," kata Erler dalam wawancaranya dengan Neue Presse, Rabu (28/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah tersebut dipelopori Inggris yang telah lebih dulu mengusir 23 diplomat Rusia dari negaranya.
Jerman memutuskan ikut mengusir empat diplomat Rusia setelah ada keputusan konsensus antara partai konservatif Kanselir Angela Merkel, Serikat Demokrasi Kristen Jerman (CDU) dan partai kiri Sosial Demokrat (SPD).
Kanselir Jerman Angela Merkel telah menyerukan Rusia agar mau bekerja sama dalam penyelidikan kasus Skripal. Namun, Presiden Vladimir Putin berkeras membantah keterlibatan negaranya dalam insiden itu.
"Meski ada kepentingan ekonomi yang menjadi alasan dicabutnya sanksi untuk Rusia, urusan politik harus tetap diutamakan," kata Erler dikutip Reuters. (nat)