"Kami optimistis sekaligus waspada, tapi kami merasa persoalan bergerak ke arah yang benar dan pertemuan kemarin merupakan indikasi bahwa kampanye tekanan maksimum kami berdampak," kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dikutip Reuters, Rabu setempat (28/3).
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui Twitter menyatakan telah menerima pesan dari Xi soal pertemuannya dengan Kim yang "berjalan sangat baik."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China menyatakan Kim siap menghentikan program nuklirnya. Uji coba senjata penghancur massal yang dilakukan Pyongyang adalah masalah yang selama ini meningkatkan ketegangan di kawasan.
Amerika Serikat sebagai sekutu Jepang dan Korea Selatan tidak terima Korut mengembangkan peluru kendali nuklir. Ditambah lagi, Kim kerap mengancam akan menembakkan senjatanya ke daratan utama AS.
Media pemerintah Korut tidak menyinggung janji Kim menghentikan program itu, maupun rencana pertemuannya dengan Trump Mei ini.
Namun sejak Olimpiade Musim Dingin, dimana delegasi tinggi Korut hadir di Korsel, Pyongyang menunjukkan keinginan untuk bersepakat dengan Barat dan tetangganya, terutama Korea Selatan.
Akhir Februari, Presiden Korsel Moon Jae-in menyatakan delegasi Korut di Olimpiade mengindikasikan kepada Korsel bahwa mereka mau bernegosiasi langsung dengan AS.
(aal)