Raup 90 Persen Suara, Presiden Mesir Amankan Periode Kedua
Riva Dessthania Suastha | CNN Indonesia
Sabtu, 31 Mar 2018 02:24 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden petahana Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, tampaknya berhasil mengamankan periode kedua setelah meraup hampir 90 persen suara dalam pemilihan umum presiden yang dilaksanakan pada awal pekan ini.
Meski hasil resmi pemilu baru akan diumumkan 2 April, surat kabar pemerintah, Akhbar al-Youm, telah menyebutkan bahwa Sisi mendulang 22 juta suara dari total 24 juta pemilih.
Ini merupakan pemilu ketiga yang dilaksanakan di Mesir sejak Presiden Hosni Mubarak digulingkan pada 2011 lalu ketika terjadi fenomena Arab Spring di Timur Tengah.
Dalam pemilu kali ini, Sisi hanya bersaing dengan Mousa Mostafa Mousa yang merupakan politikus Partai Ghad.
Oposisi pemerintah menuding Mousa hanya menjadi antek Sisi dan menuduh pencalonannya itu hanya untuk mengamankan kemenangan Sisi.
Tudingan itu dikeluarkan karena Mousa sempat menyatakan dukungan terhadap Sisi sebelum mencalonkan diri sebagai kandidat presiden.
"Jangan salahkan saya, saya bersumpah kepada Tuhan itu bukan ulah saya. Saya juga berharap akan ada lebih banyak kandidat presiden agar rakyat bisa memilih siapa yang mereka inginkan. Tapi mereka [kandidat presiden lain] belum siap," kata Sisi dalam sebuah wawancara televisi belakangan ini seperti dikutip CNN, Jumat (30/3).
Pada Februari lalu, Human Rights Watch menuding pihak berwenang Mesir melakukan "serangkaian penangkapan sewenang-wenang" menjelang pemilu.
Pihak berwenang sempat menahan mantan jenderal militer Sami Anan pada Januari lalu dengan tuduhan melanggar peraturan militer. Penahanan dilakukan setelah dia mengumumkan mencalonkan diri sebagai presiden.
Sejumlah pejabat senior lainnya yang turut mencalonkan diri juga mengaku ditekan untuk mengundurkan diri dari persaingan pemilu.
"Saya takut seluruh pendukung dan perwakilan kampanye saya di suatu waktu menghadapi kesulitan, entah itu ditahan atau disiksa," kata Mohamed Anwar Sadat, keponakan mantan presiden Anwar Sadat.
Sadat mengaku memutuskan mendur sebagai capres setelah menghadapi berbagai kesulitan. (age)
Meski hasil resmi pemilu baru akan diumumkan 2 April, surat kabar pemerintah, Akhbar al-Youm, telah menyebutkan bahwa Sisi mendulang 22 juta suara dari total 24 juta pemilih.
Ini merupakan pemilu ketiga yang dilaksanakan di Mesir sejak Presiden Hosni Mubarak digulingkan pada 2011 lalu ketika terjadi fenomena Arab Spring di Timur Tengah.
Lihat juga:Cerita Lucu Dua Bocah Sembah Mohamed Salah |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tudingan itu dikeluarkan karena Mousa sempat menyatakan dukungan terhadap Sisi sebelum mencalonkan diri sebagai kandidat presiden.
"Jangan salahkan saya, saya bersumpah kepada Tuhan itu bukan ulah saya. Saya juga berharap akan ada lebih banyak kandidat presiden agar rakyat bisa memilih siapa yang mereka inginkan. Tapi mereka [kandidat presiden lain] belum siap," kata Sisi dalam sebuah wawancara televisi belakangan ini seperti dikutip CNN, Jumat (30/3).
Pihak berwenang sempat menahan mantan jenderal militer Sami Anan pada Januari lalu dengan tuduhan melanggar peraturan militer. Penahanan dilakukan setelah dia mengumumkan mencalonkan diri sebagai presiden.
Sejumlah pejabat senior lainnya yang turut mencalonkan diri juga mengaku ditekan untuk mengundurkan diri dari persaingan pemilu.
Sadat mengaku memutuskan mendur sebagai capres setelah menghadapi berbagai kesulitan. (age)