Pemuda bernama Wenliang Sun yang masih berusia 26 rahun itu sejak bulan Januari sudah dipantau secara khusus oleh pihak universitas yang kemudian melaporkan kekhawatiran mereka ke pihak Kepolisian Orlando.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami punya tugas menjaga keselamatan banyak orang. Yang kami ketahui, kami mendapat banyak pertanda kalau sesuatu yang buruk bakal terjadi," lanjutnya.
Beary lanjut mengatakan, pertanda tersebut terlihat dari kelakuan Wenliang yang semakin aneh. Seperti mengecat rambutnya menjadi pirang, membeli mobil mewah dengan uang tunai, sampai menamai senjata api yang dimilikinya.
Ia juga sering bolos kuliah. Padahal salah satu syarat pemegang visa pelajar, Wenliang wajib selalu hadir dalam kelas.
Selain itu, Wenliang juga kerap berlatih menggunakan senjata apinya belakangan ini.
Meski demikian, Beary mengakui kalau Wenliang tak memberi ancaman.
"Ini memang kasus yang cukup menarik. Kami mendapat banyak pertanda namun tak ada ancaman. Tapi kami cukup merasa khawatir," ujar Beary.
Hingga saat ini, belum diketahui lebih lanjut mengenai langkah hukum yang akan diambil Wenliang setelah dirinya diberitahu akan dideportasi pada Kamis (29/3).
Wenliang pun belum diketahui telah didampingi pengacara atau belum.
(ard)