Kehadiran Kim di konser yang pertama kali digelar dalam rentang satu dekade itu, disebut sebagai sebuah sinyal rekonsiliasi sebelum kedua negara duduk satu meja dalam sebuah konferensi tingkat tinggi (KTT) yang sangat jarang terjadi.
Dilansir dari AFP, sedikitnya 120 orang rombongan Korea Selatan termasuk 11 penampilan musikal serta penari, teknisi dan seniman bela diri, menyuguhkan satu konser di Pyongyang pada hari Minggu yang dilanjutkan dengan konser kedua pada Selasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan bahwa gelaran budaya antar Korea harus lebih sering diselenggarakan, dan menyarankan acara serupa digelar di ibu kota Korea Selatan, Seoul, pada musim gugur ini.
Salah satu penampilan paling ditunggu adalah aksi Red Velvet, girlband K-Pop yang tengah menjadi fenomena di Asia.
Girlband beranggotakan lima orang --yang terkenal dengan musik cerianya, busana stylish dan koreografi semarak, melantunkan dua hits mereka yakni Bad Boy dan Red Flavor.
Korea Utara sebenarnya menerapkan pembatasan ketat pada budaya asing, namun artis-artis K-Pop dan acara-acara televisi dari Seoul telah semakin populer di Korea Utara.
Produk-produk kebudayaan Korea Selatan masuk secara ilegal ke Korea Utara melalui flash drive yang diselundupkan melintasi perbatasan China.
Lihat juga:Girlband Red Velvet Berangkat ke Pyongyang |
"Saya berkata pada diri sendiri, 'mari lakukan yang terbaik bahkan jika tidak ada respons (dari penonton). Tetapi mereka menunjukkan banyak reaksi," Wendy, anggota Red Velvet yang lain menambahkan.
Pembawa acara konser hari Minggu itu adalah anggota populer girlband K-pop Girls 'Generation, Seohyun.
Penyanyi legendaris Korea Selatan Cho Yong-pil, yang mengadakan konser solo laris di Pyongyang pada tahun 2005, ikut tampil di acara itu.
Ayah Kim Jong Un yakni almarhum Kim Jong Il dikenal sebagai penggemar Cho.
"Dia (Kim Jong Un) menunjukkan ketertarikan yang luar biasa terhadap lagu-lagu dan lirik yang dinyanyikan artis Korea Selatan," kata Do Jong-hwan, Kepala Delegasi artis Korea Selatan kepada wartawan.
Membaiknya hubungan dua Korea ini berawal dari rangkaian peristiwa yang terjadi selama Olimpiade musim dingin di Korea Selatan. Pada perhelatan itu Kim Jong Un mengirim para atletnya, pemandu sorak, dan adik perempuannya sebagai Kepala Delegasi.
Langkah itu diikuti dengan respons positif Kim terhadap rencana menggelar KTT dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.
Kim juga menawarkan diri bertatap muka dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Terakhir, Kim pun mengunjungi Presiden China Xi Jinping di Beijing, pekan lalu, dalam lawatan pertamanya ke luar negeri.
KTT Korea yang rencananya digelar 27 April nanti menjadi pertemuan ketiga setelah KTT sebelumnya pada tahun 2000 dan 2007.
[Gambas:Video CNN] (wis)