Keberhasilan merebut kendali Ghouta Timur akan menjadi pencapaian besar bagi Presiden Suriah Bashar al-Assad yang tengah berjuang memulihkan kekuasaannya yang hancur akibat perang saudara selama tujuh tahun.
Mengutip Kantor berita Suriah SANA, AFP menyebut dalam kesepakatan itu kelompok pemberontak Jaish al-Islam akan meninggalkan kantong terakhir pertahanan mereka di Douma, pusat kota di Ghouta Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mengosongkan Ghouta Timur |
Suriah yang sejak selama mendapat bantuan dari Rusia, baru-baru ini berhasil meraih rangkaian kemenangan dalam pertempuran melawan pemberontak.
Kemenangan diraih lewat pengepungan, serangan udara dan darat yang kerap mendapat kecaman dari masyarakat Internasional.
Kesepakatan ini sekaligus akan membuka jalan bagi militer Rusia dan pejabat lembaga negara Suriah untuk kembali ke Douma.
Pemerintah Suriah telah merebut kembali lebih dari 95 persen wilayah Ghouta Timur setelah melancarkan serangan udara dan darat selama enam hari.
Lihat juga:Dubes Suriah: Ghouta Timur Sudah Aman |
Sementara SOHR mencatat sejak 18 Februari lalu, pertempuran di Ghouta Timur total sudah membunuh sekitar 1.600 penduduk sipil. (wis)