Selasa pagi (3/4), aparat menemukan sekitar 788 kilogram kristal yang merupakan bentuk stimulan paling murni itu di sebuah truk yang terbengkalai di utara provinsi Chiang Rai, jantung dari zona produsen narkotik 'Segitiga Emas'.
Lebih dari sembilan juta tablet metamfetamina juga ditemukan di kantong pupuk yang ada di dalam kendaraan tersebut, tepatnya 100 meter dari tepi sungai Mekong yang memisahkan Thailand dan Laos.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Segitiga Emas, wilayah terpencil yang mempertemukan Thailand utara, Myanmar dan Laos, adalah basis kartel yang menghasilkan jumlah besar opium dan sabu untuk diselundupkan ke seluruh penjuru Asia.
Kristal metamfetamina adalah bentuk narkotik lebih kuat yang dihargai sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta per gram di Thailand.
Barang haram itu kerap diselundupkan ke arah selatan melalui Thailand, bertujuan ke Malaysia atau bahkan Australia, negara dengan konsumen met kristal per kapita terbesar. Di Negeri Kangguru, harga narkotik itu bisa meroket tajam.
Penyitaan truk pekan ini disebut "salah satu yang terbesar" oleh para pejabat. Peristiwa ini terjadi kurang dari sepekan setelah aparat menyita 700 kilogram kristal met di sebuah truk dalam perjalanan di perbatasan selatan Thailand, menuju Malaysia.
Narkotik itu ditemukan pada 28 Maret, di antara buah-buahan yang diangkut truk roda enam di provinsi Chumpon.
"Narkotik itu dikirim lewat Thailand ke Malaysia dan bertujuan ke negara ketiga," kata Soonthorn Chalermkiat dari Biro Pemberantasana Narkotik.
Namun, pengamat yang dikutip AFP mengatakan penggerebekan itu tidak berdampak besar pada produksi narkotik.
Korupsi pun membantu melancarkan bisnis yang sangat menguntungkan itu. Sementara, penangkapan bandar besar masih sangat jarang terjadi.
(aal/aal)