Direktur Eksekutif Laboratorium Porton Down, Gary Aitkenhead, mengatakan bahwa pihaknya memang sudah mengonfirmasi racun tersebut adalah Novichok, tapi belum dapat memastikan produsennya Rusia atau bukan.
"Kami belum bisa mengidentifikasi sumber tepat racun itu, tetapi kami sudah berikan sejumlah informasi ilmiah kepada pemerintah yang kemudian menggunakan sejumlah sumber lain untuk mengumpulkan kesimpulan seperti yang sudah Anda peroleh," kata Aitkenhead.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya terkejut dengan cepatnya kampanye anti-Rusia digaungkan dan diluncurkan," ucap Putin dalam jumpa pers bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara.
Meski demikian, pemerintah Inggris tetap menuding Rusia sebagai dalang di balik upaya peracunan Skripal mengingat Novichok adalah racun kimia yang dikembangkan militer Soviet di tahun 1970 dan 1980an.
"Merujuk pada pernyataan PM (Theresa) May pada 12 Maret lalu, selama satu dekade terakhir Rusia telah meneliti cara mengirim racun saraf yang mungkin dipakai untuk membunuh, bahkan menghasilkan dan menimbun sejumlah kecil Novichok," kata juru bicara pemerintah Inggris.
"Catatan Rusia dalam melakukan pembunuhan yang disponsori negara juga penilaian kami bahwa Rusia memandang mantan staf intelijen sebagai target mereka," katanya, sebagaimana dikutip CNN. (has)