Berusia 39 tahun, Aghdam tinggal di San Diego, kata Kepolisian San Bruno dalam pernyataan yang dikutip CNN pada Rabu (4/4).
Setelah menembak tiga orang di kantor yang terletak di San Bruno, dia bunuh diri menggunakan pistol, kata pihak berwenang. Seorang lainnya cedera di pergelangan kaki saat lari dari terjangan peluru di kampus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum tahu banyak saat ini, dan kemungkinan kita belum tahu soal itu hingga besok pagi," kata Kepala Kepolisian San Bruono Ed Barberini.
Penembakan dimulai sebelum 13.00 waktu setempat di kantor YouTube yang berlokasi sekitar 16 kilometer dari San Francisco.
Para saksi mata menggambarkan kekacauan di tempat kejadian saat para pegawai kebingungan dan mencari tahu dari mana asal suara letusan kencang yang mereka dengar.
"Saya keluar dengan papan seluncur elektrik saya dan saya mulai berseluncur, karena saya pikir terjadi kebakaran," kata dia kepada KPIX, afiliasi CNN.
[Gambas:Video CNN]
"Saya mendengar teriakan dan saya melihat seseorang terbaring dengan noda merah di perutnya."
Sementara mereka melarikan diri dari bangunan, kata Voorhies, pelaku berteriak 'hampiri saya, atau tangkap saya!'.
"Pertama saya pikir itu gempa," kata Sherman lewat Twitter. Dia berlari menuju pintu keluar, di mana seseorang di sana mengatakan ada orang yang membawa senjata api.
"Saat itu, setiap orang baru yang saya lihat kemungkinan adalah pelaku penembakan," kata dia. "Saya melihat ke arah bawah dan melihat tetesan darah di lantai dan tangga."
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum mengidentifikasi para korban. Rumah sakit menyatakan ada lelaki berusia 36 tahun dalam keadaan kritis, perempuan berusia 32 tahun dalam kondisi serius dan seorang perempuan berusia 27 tahun yang sudah dalam keadaan lumayan baik.
(aal)