"Permintaan Rusia untuk membentuk kerja sama penyelidikan insiden peracunan di Salisbury adalah jahat. Ini adalah pengalihan," ucap delegasi Inggris untuk Organisasi Pelarangan Penggunaan Senjata Kimia (OPCW) melalui Twitter, Rabu (4/4).
"Moskow berupaya menghindari pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab pemerintah dengan mengajukan permintaan itu," lanjut pernyataan yang dikutip AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan dihadiri oleh ahli senjata kimia terkemuka John Foggo, duta besar Rusia untuk Belanda, dan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia Georgy Kalamanov.
Rusia menganggap gagasannya soal investigasi bersama merupakan salah satu solusi guna mencari jawaban dalam penyelesaian kasus Skripal.
Moskow mengklaim idenya itu telah didukung 14 negara anggota OPCW dalam pertemuan tersebut.
Lihat juga:Trump Sempat Undang Putin ke Gedung Putih |
"Gagasan Rusia itu juga didukung oleh fakta kuat dari ahli-ahli terkait kasus ini. Rusia juga siap bekerja sama dengan OPCW dan juga dalam kerangka OPCW," lanjutnya.
Kasus peracunan Skripal berbuntut panjang terhadap hubungan Rusia dengan negara Barat. Mantan mata-mata Rusia dan putrinya ditemukan tidak sadar di sebuah bangku di dekat pusat perbelanjaan di Salisbury pada 4 Maret lalu.
Polisi mengonfirmasi keduanya terpapar racun saraf Novichok yang dikembangkan oleh militer Uni Soviet. Inggris langsung menuding Kremlin sebagai dalang serangan itu.
Sebagai bentuk balasan, Kremlin juga telah mengusir diplomat dari sedikitnya 19 negara Barat.
(aal)