Kementerian Kehakiman menyatakan bahwa operasi besar-besaran tersebut dilakukan oleh ratusan agen di Sacramento, California, sejak Selasa hingga Rabu (4/4).
Selain ratusan rumah, agen gabungan AS juga menyita lebih dari 60 ribu tanaman ganja dan sekitar 200 kilogram mariyuana yang sudah diproses, juga 15 senjata api.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggerebekan ini adalh bagian dari serangkaian penyelidikan yang sudah dimulai sejak 2014, ketika polisi mulai menyadari ada uang muka pembelian rumah dengan jumlah besar dari Provinsi Fujian, China.
"Operasi penanaman ganja ini ilegal berdasarkan hukum federal dan negara dan digunakan untuk mendistribusikan mariyuana ke seluruh pelosok AS," ucap jaksa di California, McGregor W. Scott.
Jaksa Agung AS, Jeff Sessions, mengatakan bahwa operasi ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk membasmi organisasi yang "melanggar kedaulatan" negaranya.
"Pada hari saya disumpah sebagai jaksa agung, Presiden Donald Trump memerintahkan saya untuk memprioritaskan pembasmian organisasi seperti ini, dan kami melaksanakan perintah itu dengan semangat," kata Sessions. (has)