Israel tidak akan mengubah aturan main jelang aksi "Jalan Pulang" yang direncanakan digelar di Gaza, Jumat (6/4).
Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman memperingatkan mereka yang tidak mengikuti aturan "akan ditembak." Demikian ia sampaikan kepada Israeli Army Radio, dikutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada Hamas yang bersenjata mencoba mendorong keadaan sedikit melebihi batas yang bisa kami terima."
Dia menegaskan bahwa perbatasan adalah garis merah. "Siapapun yang mendekati pagar, akan dijadikan sasaran."
"Mereka mesti berdemonstrasi tanpa melintasi garis merah itu. Jika mereka melakukannya, harganya mesti dibayar mahal."
Ribuan ban disiapkan untuk dibakar di sisi Gaza dengan tujuan membuat tirai hitam yang bisa menyamarkan penglihatan penembak runduk atau sniper Israel.
Situasi demonstrasi di Gaza. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa) |
Warga Gaza di kamp sementara Abu Safia mengatakan gundukan itu dibuat untuk melindungi demonstran.
Tujuan aksi jalan ini adalah melintasi perbatasan dan kembali ke tanah mereka yang dijadikan milik Israel tujuh dekade lalu.
Jumat lalu, aksi berujung kekerasan, di mana 17 warga Palestina tewas dan dua lainnya meninggal di rumah sakit beberapa hari kemudian. Peristiwa ini merupakan yang paling mematikan sejak perang 2014 lalu.
(aal)
Situasi demonstrasi di Gaza. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)