Serangan itu dilakukan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Suriah akan "membayar mahal" atas serangan gas racun di sebuah kota kekuasaan pemberontak yang diduga menewaskan puluhan orang.
"Saat ini, Kementerian Pertahanan tidak melakukan serangan di Suriah," kata Pentagon dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Senin (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Televisi pemerintah Suriah menyatakan sejumlah orang tewas dan terluka dalam serangan yang diklaim dilakukan AS terhadap pangkalan udara T-4 dekat Homs. Lokasi itu berada dekat kota kuno Palmyra.
"Agresi dilakukan terhadap pangkalan udara T-4 dalam sejumlah serangan yang kemungkinan besar dilakukan Amerika," kata stasiun tv tersebut.
Seorang sumber militer Suriah dilaporkan menyebut pertahanan udara pihaknya menembak delapan peluru kendali di pangkalan tersebut.
Oposisi Suriah menuding pasukan pemerintah melakukan serangan kimia yang diduga terjadi pada Sabtu di Douma.
Ilustrasi salah satu serangan di Douma. (AFP Photo/Hamza al-Ajweh) |
Trump menyatakan ada "harga mahal yang harus dibayar" setelah kelompok bantuan medis melaporkan puluhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak, tewas akibat serangan gas racun di Douma.
"Presiden Putin, Rusia dan Iran bertanggung jawab karena mendukung Assad si Binatang. Ada harga mahal yang mesti dibayar," kata Trump melalui Twitter.
(aal)
Ilustrasi salah satu serangan di Douma. (AFP Photo/Hamza al-Ajweh)