Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad Iqbal mengatakan sebagian besar dari ribuan WNI tersebut berasal dari Pulau Jawa.
"Kami sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat--di mana mayoritas WNI pencari suaka berasal--untuk mensosialisasikan isu (sindikat) ini," kata Iqbal saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (9/4)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini permintaan suaka ribuan WNI itu belum dijawab Jepang. Di sisi lain, Iqbal mengatakan pemerintah tidak bisa berbuat banyak karena mereka sudah memutuskan melepaskan kewarganegaraan.
"Angka ini kami dapat dari jumlah permintaan suaka WNI yang diterima pengadilan di Jepang. Namun, kami tidak bisa merinci identitas mereka karena itu dirahasiakan pemerintah Jepang," kata Iqbal.
Iqbal mengatakan para pencari suaka ini jadi masalah bagi Jepang dan Indonesia.
Bagi Jepang, gelombang permintaan suaka ini bisa berdampak pada situasi domestik di negaranya. Sementara itu, pemerintah Indonesia dihadapkan pada kebingungan karena status mereka masih abu-abu.
Sampai saat ini, belum ada konsensus nasional yang mengatur status WNI para pencari suaka ini.
"Secara teknis ribuan WNI ini seharusnya sudah diluar tanggung jawab pemerintah karena sudah memutuskan melepas status WNI dan meminta suaka ke negara lain. Tapi ketika di Jepang mereka kena masalah, pemerintah RI tetap harus terlibat," tutur Iqbal.
Iqbal mengatakan ada sekitar 47 ribu WNI yang saat ini berada di Jepang, terdiri dari 21 ribu WNI bekerja sementara atau magang, 6 ribu WNI berstatus penduduk tetap, 5 ribu pelajar dan sisanya WNI yang telah menetap dan berkeluarga.
(aal)
Sampai saat ini, belum ada konsensus nasional yang mengatur status WNI para pencari suaka ini.
"Secara teknis ribuan WNI ini seharusnya sudah diluar tanggung jawab pemerintah karena sudah memutuskan melepas status WNI dan meminta suaka ke negara lain. Tapi ketika di Jepang mereka kena masalah, pemerintah RI tetap harus terlibat," tutur Iqbal.
Iqbal mengatakan ada sekitar 47 ribu WNI yang saat ini berada di Jepang, terdiri dari 21 ribu WNI bekerja sementara atau magang, 6 ribu WNI berstatus penduduk tetap, 5 ribu pelajar dan sisanya WNI yang telah menetap dan berkeluarga.