China Tuntut AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 10/04/2018 05:30 WIB
China Tuntut AS Hentikan Penjualan Senjata ke Taiwan Ilustrasi kapal selam. China menentang penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan. (REUTERS/China Daily)
Jakarta, CNN Indonesia -- China menyatakan menolak penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan, Senin (9/4), setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menyetujui izin dagang yang dibutuhkan pabrik Amerika Serikat untuk menjual teknologi pembuatan kapal selam ke Taipei.

Kantor berita pemerintah Taiwan menyatakan Kementerian Pertahanan Taiwan mengonfirmasi bahwa Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sudah menyetujui izin penjualan teknologi tersebut, Sabtu lalu.
Kementerian Pertahanan China, merespons pertanyaan wartawan melalui pernyataan daring, menyatakan tuntutannya untuk "menghentikan semua bentuk hubungan militer antara Amerika Serikat dan Taiwan, juga semua bentuk penjualan senjata ke Taiwan."

"Militer China punya kemempuan dan determinasi untuk mengalahkan semua upaya untuk memecah negara kami, dan kami akan mengadopsi semua cara yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan nasional, keamanan dan integritas teritorial," kata juru bicara kementerian, Wu Qian, dikutip Reuters.


Masalah Taiwan adalah salah satu isu paling sensitif di China. Pulau tersebut diklaim sebagai wilayah suci Beijing, bagian dari "satu China," dan negara tersebut tak pernah menepikan kemungkinan penggunaan cara paksa untuk merebutnya.
Kemlu AS sepanjang akhir pekan kemarin menolak mengonfirmasi detail terkait laporan berita Taiwan.

Seorang pejabat Kemlu AS mengatakan pihaknya terus meninjau kembali kebutuhan pertahanan Taiwan dan merujuk pertanyaan soal rencana pembelian senjata itu ke pihak Taiwan.

Sikap keras Taiwan semakin berkembang setelah Tsai Ing-wen dari partai pro-kemerdekaan terpilih jadi presiden pada 2016 lalu. China khawatir dia ingin mendorong kemerdekaan secara resmi, meski Tsai telah menyatakan dirinya ingin mempertahankan status quo dan berkomitmen pada perdamaian.

(aal)