Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih dulu memeringatkan Rusia bahwa pihaknya akan segera menyerang Suriah, sebagai respons atas serangan kimia yang diduga dilakukan pemerintahan Bashar al-Assad.
Rusia, sekutu terkuat Suriah, memperingatkan negara-negara Barat agar tidak menyerang negara yang dilanda konflik tujuh tahun itu. Moskow juga menampik dugaan serangan kimia di Douma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan senjata kimia yang terjadi pada Sabtu di Douma di Suriah adalah tindakan mengejutkan dan tak beradab," kata May kepada wartawan. "Semua indikasi menunjukkan rezim Suriah bertanggung jawab."
Surat kabar Daily Telegraph dikutip Reuters melaporkan May telah memerintahkan kapal selam Inggris bergerak ke arah Suriah hingga memasuki jarak tembak peluru kendalinya, bersiap menyerang militer negara tersebut.
May tidak diwajibkan mendapat izin parlemen, tapi konvensi konstitusional yang tak mengikat berlaku sejak Inggris bergabung menginvasi Irak pada 2003 lalu. Langkah itu beberapa kali dilakukan dalam pengerahan militer di Libya dan Irak.
Parlemen menolak tindakan militer terhadap pemerintahan Assad pada 2013 lalu, saat Inggris dipimpin David Cameron. Hal itu kemudian membuat pemerintahan AS yang dikepalai Barrack Obama turut membatalkan serangan.
(aal)