Seorang pejabat anonim mengatakan kepada CNN bahwa peringatan itu disampaikan saat Trump menggelar rapat di Gedung Putih pada Kamis (12/4).
Saat itu, Trump mendesak para pejabat militer untuk menyusun rencana serangan ke sejumlah titik di Suriah sebagai tanggapan atas penggunaan senjata kimia yang menewaskan 40 orang di Douma pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa pejabat di Gedung Putih mengaku terkejut dengan kicauan ini. Menurut pejabat-pejabat itu, Trump tak berkoordinasi dengan mereka sebelum menulis kicauan tersebut.
"Ketika presiden sudah mencuit apa yang dia cuitkan, kami harus menindaklanjutinya," ujar pejabat itu.
Salah satu alasannya adalah karena Trump sudah mengumumkan rencana tersebut dan semakin lama gempuran dilakukan, pasukan Suriah, Rusia, dan Iran akan lebih siap membendungnya.
AS bersama Perancis dan Inggris menyepakati tiga titik yang akan diserang, yaitu dua pos komando dan gudang militer di dekat Kota Homs dan satu pusat riset kimia di Damaskus.
Ilustrasi. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi) |
"Semua dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menentukan bagaimana kami akan terlibat. Tidak ada yang mau memicu perang dengan Rusia dan Suriah," ucap sumber tersebut kepada CNN. (has)
Ilustrasi. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)