Kesimpulan itu didasarkan hasil pemeriksaan sampel di laboratorium yang bermarkas di Spiez, Swiss, 27 Maret.
Lavrov mengatakan bukti menunjukkan bahwa zat syaraf yang digunakan kepada Skripal itu bisa berada di gudang senjata Amerika Serikat dan Inggris.
"Formula ini ada pada inventaris Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara NATO lainnya," kata dia, membacakan laporan lab itu, dalam sidang Dewan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan, di Moskow, Sabtu (14/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami, sebagaimana Anda ketahui, memiliki kemampuan untuk menerima informasi rahasia. Dan karena informasi ini menyangkut pertanyaan hidup dan mati, kami tidak akan merahasiakan informasi ini," ucapnya.
Lavrov mengatakan laboratorium Swiss juga mengidentifikasi konsentrasi agen A-234 yang tinggi, yang dikenal sebagai Novichok. Konsentrasi semacam itu akan dengan cepat mengakibatkan kematian Skripal.
Sebelumnya, pengawas senjata kimia global menyimpulkan bahwa racun yang menyerang mata-mata Rusia dan putrinya Yulia Skripal, bulan lalu, adalah jenis zat saraf Novichok murni.
Kesimpulan ini mendukung temuan Inggris. Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan sangat mungkin bahwa Moskow berada di belakang serangan itu.
(arh)