Hal tersebut di rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa soal Suriah, Selasa (17/4), yang telah digelar sebanyak enam kali hanya dalam rentang sembilan hari. Rusia bersitegang dengan negara-negara Barat karena insiden yang memicu serangan udara AS, Inggris dan Perancis itu.
DK PBB dihadapkan pada kebuntuan soal cara menggantikan penyelidikan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk menentukan pihak bertanggung jawab di balik serangan gas racun di Douma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perancis, Amerika dan Inggris kemudian menyebarkan draf resolusi baru yang bertujuan untuk membuka penyelidikan baru, Sabtu lalu. Pembicaraan awal mengenai usulan itu digelar Senin yang akan datang.
Pernyatan keras Rusia disampaikan Duta Besar Vassily Nebenzia menanggapi upaya baru pihak Barat itu.
"Ide menciptakan mekanisme mengatribusi pertanggungjawaban penggunaan senjata kimia tak lagi masuk akal ketika Washington dan para sekutunya sudah menyimpulkan siapa yang bersalah dan pada dasarnya sudah bertindak sebagai algojo," ujarnya dalam rapat, dikutip Reuters.
Lihat juga:Erdogan Dukung Serangan AS ke Suriah |
"Rusia memanggil kita ke sini dalam rangka kampanye pesan untuk mengalihkan perhatian dari kejahatan rezim (Presiden Suriah Bashar al-Asssad)," kata Wakil Duta Besar AS untuk PBB Kelley Currie pada Dewan.
"Untuk melakukan itu, Rusia meminta Dewan untuk memfokuskan perhatiannya pada satu bagian Suriah di mana rezim Assad tak membantai warga sipil dengan bom atau senjata kimia terlarang."
(aal)