"Korea Utara menunjukkan keinginan untuk menghentikan program nuklir mereka tanpa menuntut penarikan pasukan [AS] dari Semenanjung Korea," ujar Moon, Jumat (20/4).
Moon mengatakan bahwa Korut memahami bahwa desakan untuk menarik 28 ribu tentara AS dari Korsel tak akan pernah diterima oleh Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka hanya ingin mengakhiri kebijakan permusuhan terhadap Korut, kemudian menjamin keamanan mereka. Dengan klarifikasi itu, AS dan Korut sepakat duduk bersama di pertemuan tersebut," ucap Moon, sebagaimana dikutip CNN.
Untuk mempersiapkan pertemuan tersebut, para pejabat tinggi dari kedua negara akan melakukan dua kali latihan, yaitu pada 24 April dan 26 April.
Hawa perdamaian di Semenanjung Korut ini mulai berembus sejak awal 2018, setelah hubungan Korut dan komunitas internasional memanas karena ambisi nuklir mereka tahun lalu.
Akibat ambisi nuklir itu, Korut dijatuhi berbagai sanksi dari komunitas internasional. Sejumlah pihak mengatakan bahwa Korut melunak karena sanksi itu mulai mencekik rakyatnya. (has)