"Sejarah baru dimulai sekarang. Sebuah era perdamaian, di titik awal sejarah."
Demikian bunyi salah satu guratan tangan Kim Jong-un di atas kertas buku tamu tersebut, sebagaimana dikutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknis, kedua negara ini masih dalam status berperang karena Perang Korea pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Membuka pertemuan bersejarah kali ini, Kim pun berharap kedua negara dapat belajar dari pengalaman sebelumnya karena warga sudah menaruh harapan besar.
"Saya harap sebelas tahun yang hilang hingga hari ini tidak berlalu sia-sia, dan kita bisa bertemu lebih sering dan menyatukan pikiran dan sebelas tahun itu tidak akan sia-sia," katanya di hadapan Moon.
Melanjutkan pernyataannya, Kim berkata, "Saya berharap dapat menulis bab baru di antara kita. Saya percaya kita dapat membuat awalan baru, dengan komitmen yang saya tunjukkan dengan datang ke pertemuan ini."
[Gambas:Video CNN]
Menyambut pernyataan itu, Moon menyampaikan apresiasinya terhadap Kim karena menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang menjejakkan kaki di tanah Korsel.
"Kamerad Kim, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Anda melewati garis demarkasi militer. Itu tak lagi jadi simbol pemisahan, tapi simbol perdamaian. Saya ingin mengapresiasi keberanian dan keputusan yang Anda buat, Pemimpin Kim," katanya. (has)