Sedikitnya 2.000 wartawan dari seluruh dunia berkumpul di pusat media di Gedung Konferensi Kintex, Ilsan, Korsel untuk meliput pertemuan tingkat tinggi itu.
Suasana tegang sempat mewarnai ruangan tersebut. Para jurnalis tak sabar melihat Kim Jong-un untuk pertama kalinya secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hiruk pikuk semakin ramai ketika Kim untuk pertama kalinya berdiri di sisi Korsel dan berjabat tangan dengan Moon. Keduanya terlihat sangat bersahabat, saling melontarkan senyuman dalam pertemuan pertama mereka tersebut.
Warga Korsel terutama di Ibu Kota Seoul, yang hanya berjarak 53 kilometer dari perbatasan, juga tak kalah penasaran.
Tak sedikit dari warga yang turut memotret layar televisi saat Kim dan Moon bertemu di perbatasan, turut mengabadikan peristiwa bersejarah itu.
Mereka turut bertepuk tangan dengan meriah ketika kedua pemimpin Korea berjabat tangan.
Ji Kwang-jin, seorang warga Korsel, sengaja datang ke Stasiun Seoul hanya untuk menyaksikan pertemuan antar-Korea bersama warga lainnya.
Dia mengatakan sangat bahagia melihat hubungan kedua negara yang berangsur membaik setelah sempat bersitegang pada tahun lalu.
"Saya datang ke stasiun ini hanya untuk menyaksikan momen-momen pertemuan bersama warga lainnya karena ini sangat bersejarah. Saya ingin melihat momen sejarah ini bersama warga lainnya," kata Ji kepada CNN.
Setelah menyambut di perbatasan, Moon Jae-in berjalan bersama Kim Jong-un menuju Rumah Perdamaian, tempat kedua pemimpin melakukan pertemuan diiringi musik khas Korea, dengan petugas yang mengenakan pakaian seragam tradisional
Setibanya di Rumah Perdamaian, Kim Jong-un mengisi buku tamu didampingi Moon Jae-in, yang kemudian mengantarnya masuk ke ruang pertemuan yang membuka babak baru dalam sejarah Korea. (nat)