Kesempatan itu diperoleh kedua putri presiden tersebut saat melakukan ibadah umrah ke Tanah Suci pada Minggu (22/4) lalu.
Menurut rilis dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Arab Saudi yang diterima CNNIndonesia.com, Sabtu (28/4), Puan Maharani lebih dikenal di Saudi dengan sebutan 'khafidatu Soekarno' atau cucu Sukarno. Presiden pertama RI tersebut terkenal di Arab Saudi atas jasanya merimbunkan Padang Arafah, dengan penemuan bibit pohon yang sampai sekarang tetap disebut 'Syajaratu Sukarno' atau Pohon Sukarno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun Yenny Wahid memiliki latar belakang sejarah dengan Raja Saudi, yakni Raja Fahd bin Abdulaziz Al Saud yang berkuasa pada 1982-2005. "Gus Dur dengan leluconnya membuat Raja Fahd tertawa lepas," ungkap rilis KBRI Riyadh.
Pasukan keamanan atau yang sering disebut Askar memberikan kesempatan yang cukup lama selama 40 menit kepada Puan untuk beribadah di dalam Raudah. Dipandu Imam Masjid Nabawi, Puan beserta rombongan berziarah ke Makam Rasulullah Muhammad SAW dari sisi timur makam.
Sterilisasi dan keistimewaan tersebut agak di luar kebiasaan mengingat umumnya yang mendapatkan perlakuan seperti itu adalah setingkat Kepala Negara/Pemerintah atau Wakilnya. Hal ini menunjukan bahwa Para Presiden RI serta keluarganya memiliki kesan khusus di Pemerintahan Arab Saudi.
Dubes RI untuk Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan hal ini merupakan bukti bahwa hubungan bilateral dalam poros Arab Saudi-Indonesia, yang dia sebut Saunesia memasuki masa keemasan atau yang kerap disebut para petinggi Saudi dengan istilah "al-Asr az-Zahabi al-Muzahhab" atau masa keemasan yang selalu gemerlap. (nat)