Dugaan ini pertama kali terendus ketika pilot pesawat yang akan ditumpangi Mahathir dari Kuala Lumpur ke Langkawi itu mengatakan bahwa ada beberapa kerusakan pada armadanya beberapa saat sebelum lepas landas pada Jumat (27/4).
"Saya diperingati sebelumnya bahwa akan ada upaya untuk menghalangi kandidat ke tempat pencalonan, tapi saya pikir itu tidak akan terjadi pada saya," ujar Mahathir, sebagaimana dikutip Reuters, Minggu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dugaan ini muncul di tengah tudingan oposisi bahwa pemerintah Malaysia berupaya menyabotase pemilu dengan sejumlah aturan baru, salah satunya pemetaan ulang suara.
Dalam pemilihan umum pada 9 Mei mendatang, ada 222 kursi parlemen yang diperebutkan. Koalisi yang mendapatkan paling tidak 112 kursi berhak membentuk pemerintahan.
Jika Barisan Nasional selaku koalisi penguasa kembali menang, maka Perdana Menteri Najib Razak yang belakangan dirundung isu korupsi bakal berkuasa lagi.
Sementara itu, koalisi posisi terkuat, Pakatan Harapan, mengajukan nama Mahathir sebagai calon perdana menteri interim yang akan menyerahkan takhtanya kepada Anwar Ibrahim saat sudah bebas dari bui kelak. (has)