"Jangan terlalu ekstrem dalam melakukan sesuatu, harus berada di posisi tengah," ujar Ahmad dalam pembukaan Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim tentang Islam Wasatiyyah di Istana Bogor, Selasa (1/5) pagi ini.
Ahmad menuturkan perpecahan yang terjadi di antara umat Muslim di dunia terjadi karena perbedaan ekstrem interpretasi mengenai konsep dasar Islam dan wasatiyyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Syariat Islam adalah syariat yang mudah. Islam adalah agama yang sangat mudah. Mereka yang justru berlebihan dalam menerapkan ajaran agama ini justru akan celaka," tuturnya.
Ia mencontohkan sejumlah penganut aliran salafi, sufi, takfiri, modernis yang saling bermusuhan dan menanggap kelompok lainnya kafir.
"Mereka tidak mensalati jika salah satu kelompok yang berlawanan meninggal, tidak saling menyapa, umat jadi hilang kepercayaan antarsesama, tersebar fitnah. Ini fenomena yang tidak pernah terjadi sebesar ini sebelumnya," ucap Ahmad.
Oleh sebab itu, ia berharap melalui KTT yang diikuti perwakilan 50 negara ini dapat mengatasi perbedaan pendapat dan menyatukan kembali umat Islam di dunia.
"Saya harap umat Islam dapat mengandalkan negara-negara Islam agar bersatu menghadapi tantangan itu. Saya berharap dan berdoa umat Islam segera pulih dari tantangan-tantangan itu," tuturnya. (nat)