"Di sepanjang perbatasan, Korea Selatan mulai menurunkan pengeras suara Selasa sore," kata pejabat Kementerian Pertahanan seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (1/5).
"Sebaliknya, aktivitas di beberapa titik sepanjang perbatasan menunjukkan Korea Utara melakukan hal yang sama," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama beberapa dekade terakhir, hanya beberapa kali jeda, kedua pihak melakukan propaganda lewat speaker-speaker raksasa sebagai bentuk perang psikologis.
Korea Selatan menyiarkan berita, lagu-lagu pop Korea dan kritik terhadap rezim Korea Utara. Adapun Korut mengecam pemerintah Korsel dan memuji-muji sistem sosialisnya sendiri.
Sebagai tanda itikad baik, Korsel menghentikan propaganda itu menjelang KTT Inter-Korea, diikuti Korut.
Pertemuan Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un menghasilkan Deklarasi Panmunjom, yang antara lain berisi kesepakatan perdamaian yang mengakhiri Perang Korea, denuklirisasi dan reuni keluarga. (nat)