Mueller mengutarakan langsung kemungkinan subpoena itu saat bertemu dengan mantan pengacara Trump, John Dowd, pada awal Maret lalu.
Saat mendengar kemungkinan itu, Dowd langsung melontarkan protes kepada jaksa yang mencurigai ada kolusi antara Trump dan Rusia itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar ini pertama kali diungkap oleh Washington Post pada awal pekan ini. Menurut surat kabar tersebut, setelah pertemuan itu, Mueller sepakat memberikan tim pengacara presiden informasi spesifik mengenai hal-hal yang akan mereka tanyakan ke Trump.
Dari informasi tersebut, pengacara Trump, Jay Sekulow, menghimpun 49 pertanyaan yang diyakini akan ditanyakan ke kliennya.
Daftar pertanyaan yang terbongkar dalam pemberitaan New York Times pada Senin (31/4) itu mencakup mengenai hubungan Trump dengan Rusia, hingga kemungkinan sang presiden mencoba menghalangi proses penyelidikan.
Melanjutkan pernyataannya, Trump menulis, "Tampaknya sangat sulit mengganggu proses peradilan sebuah kejahatan yang tidak pernah terjadi."
Selama ini, Trump dan Moskow selalu membantah tudingan intelijen AS yang menduga ada kolusi antara tim kampanye sang presiden dan Rusia untuk memenangkan pemilu. (has)