Pernyataan tersebut diutarakan Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Washington DC, Selasa (1/5).
Di Tel Aviv, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik kemungkinan kehadiran Trump tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kota suci tiga agama itu menjadi salah satu sumber konflik berkepanjangan antara Palestina dan Israel yang selama ini memperebutkan Yerusalem sebagai ibu kota kereka.
Meski rapat darurat Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menolak keputusannya, Trump berkeras mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, sekutu terdekatnya di Timur Tengah.
Pembukaan kedutaan pertengahan Mei nanti pun bertempat di gedung sementara kedutaan selagi gedung permanen dibangun. (has)