Konsul Jenderal RI Negeri Sabah, Krishna Djelani di Kota Kinabalu Negeri Sabah, Rabu (2/5) malam membenarkan kejadian tersebut.
"Kasusnya terjadi 30 April 2018, tapi KJRI baru dapat informasi kemarin (1/5). Kasusnya sedang ditangani kepolisian Kinabatangan," beber mantan Konsul RI Tawau Negeri Sabah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan korban mengamuk, diduga lantaran mengalami gangguan jiwa. Akibat amukannya, dua rekan serumahnya turut mengalami luka-luka. Kedua rekan korban itu saat ini tengah dirawat di rumah sakit di negara itu.
Sementara korban sendiri mengalami luka robek pada pelipis kanan, mulut, dan kemungkinan bagian tubuhnya yang lain.
Krishna mengatakan, belum mendapatkan keterangan terkait motif dan pelaku atas tewasnya korban. (eks)