Gempa dan Erupsi di Hawaii Bisa Berlangsung Berbulan-bulan

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Minggu, 06/05/2018 10:50 WIB
Gempa dan Erupsi di Hawaii Bisa Berlangsung Berbulan-bulan Gunung berapi di Hawaii yang erupsi masih terus aktif. (AFP PHOTO / FREDERIC J. BROWN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menyusul gempa besar dan erupsi yang melanda Hawaii sejak Kamis (4/5) lalu, para ahli memprediksi akan terjadi lebih banyak gempa dan muntahan lahar Gunung Kilauea, di Big Island, Hawaii hingga beberapa bulan ke depan.

Petugas pengawas gunung api Hawaii atau Hawaiian Volcano Observatory melihat aktivitas Gunung Kilauea yang terus meningkat dapat memicu terjadinya gempa bumi dan erupsi dalam jangka waktu yang lama.

"Aktivitas erupsi terus meningkat dan diperkirakan akan terus berlanjut beberapa minggu atau berbulan-bulan ke depan," kata petugas pengawas gunung api Hawaii Janet Babb pada Sabtu (5/5) waktu setempat melalui telepon kepada Reuters.



Beberapa celah lava baru mulai terbuka di Leilani Estates, Distrik Puna yang berjarak sekitar 19 kilometer dari Gunung Kilauea. Namun, tak semuanya masih aktif.

Badan Pertahanan Sipil Hawaii menyatakan walaupun tidak ada aliran lahar yang berbahaya, muntahan Gunung Kilauea itu dapat mencapai suhu sekitar 1.150 derajat celcius.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran Hawaii melaporkan kondisi udara di sekitar gunung berapa masuk dalam kategori sangat berbahaya. Udara itu dapat menyebabkan iritasi kulit dan kesulitan bernapas.

[Gambas:Video CNN]

"[Sesuai laporan Dinas Pemadam Kebakaran] Kondisi kualitas udara sangat berbahaya karena tingginya tingkat gas sulfur dioksida di area evakuasi," kata petugas Dinas Pemadam Kebakaran Hawaii.

Saat ini, sekitar 2.000 orang sudah diungsikan ke wilayah aman. Jalanan di Big Island yang biasanya ramai oleh warga pun tampak sepi.

Aktivitas erupsi di Gunung Kilauea yang mulai terjadi sejak Kamis itu menunjukkan kemiripan dengan peristiwa serupa yang pernah menimpa Hawaii pada 1955. Ketika itu, bencana alam tersebut berlangsung selama 88 hari.


Namun, kerugian yang timbul pada enam dekade lalu itu tak sebanyak saat ini, lantaran hanya sedikit orang yang tinggal di sekitar gunung berapi.

Gunung Kilauea merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Gunung ini telah mengalami erupsi sejak 35 tahun lalu. Aliran lava dari gunung berapi ini telah menutupi sekitar 125 kilometer persegi.

Namun sejauh ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka. Perwakilan AS di Hawaii sudah meminta bantuan federal agar segera datang ke lokasi. (rsa)