FOTO: Myanmar Melawan Candu dengan Ulat Sutra

Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 12/05/2018 18:46 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Semula menjadi produsen candu opium kedua terbesar di dunia, kini penduduk Myanmar lebih memilih jadi peternak ulat sutra ketimbang memproduksi opium.

Seorang peremuan etnis Palaung memegang kepompong sutra di kampung Wanpaolong, negara bagian Shan, Myanmar. Semula daerah itu adalah salah satu produsen bunga Poppy yang jadi bahan baku pembuatan opium, tapi kini mereka beralhir jadi peternak ulat sutra. (REUTERS/Ann Wang)
Kelompok etnis Palaung membersihkan wadah untuk ulat sutra di peternakan Wanpaolong, Myanmar. Negara di Asia Tenggara itu semula dikenal sebagai produsen opium terbesar kedua di dunia setelah Afghanistan. (REUTERS/Ann Wang)
Beternak ulat sutra terbukti memberikan hasil yang lebih menguntungkan bagi para penduduk Myanmar Timur sehingga mereka perlahan bisa meninggalkan pekerjaan sebagai produsen opium. (REUTERS/Ann Wang)
Suatu perusahaan China kemudian bekerja sama dengan para peternak ulat sutra itu untuk memproduksi gulungan-gulungan kapas, sehingga mereka lepas dari jeratan bunga Poppy. (REUTERS/Ann Wang)
Ulat-ulat sutra sedang diberi makan daun mulberry oleh para petani. Badan di bawah PBB pun membantu petani-petani bunga poppy beralih menjadi peternak ulat sutra serta petani kopi. (REUTERS/Ann Wang)
Dimulai tiga tahun lalu, kini 2000 hektar tanah di area yang berbatasan dengan China itu telah disulap menjadi peternakan, menghasilkan setidaknya 288 ribu kilogram kepompong. (REUTERS/Ann Wang)
Setidaknya 1800 keluarga pun terlibat dalam peternakan ulat sutra tersebut. Masa panen diperkirakan berlangsung pada bulan April hingga November, dengan kisaran dua pekan sekali. (REUTERS/Ann Wang)
Perusahaan China yang membantu para petani itu mendatangkan setidaknya 50 ahli yang berpengalaman 40 tahun mengembangkan industri sutra di China. (REUTERS/Ann Wang)
Salah satu faktor pendorong yang membuat penduduk beralih jadi peternak ulat sutra adalah harga opium yang terjun bebas di pasaran dunia, tergantikan narkotika sintetis. (REUTERS/Ann Wang)
Namun peralihan menjadi peternakan ulat sutra itu bukan berarti persoalan opium selesai. Tahun lalu, sekitar 41 ribu hektar lahan masih ditanami bunga poppy oleh penduduk lokal. (REUTERS/Ann Wang)