"Antonio Guterres mengutuk serangan teroris terhadap jemaah di gereja-gereja di Indonesia, jijik dengan kabar bahwa anak-anak digunakan dalam serangan tersebut," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, lewat akun Twitter resminya, Senin (14/5).
Sekjen PBB juga menyampaikan belasungkawa kepada korban dan mengharapkan para korban luka-luka segera pulih. Guterres juga menegaskan kembali dukungan PBB kepada pemerintah dan rakyat Indonesia dalam memerangi dan mencegah terorisme, dan ekstremisme kekerasan, termasuk melalui promosi pluralisme, moderasi dan toleransi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uni Eropa menyatakan akan terus bekerja sama erat dengan Indonesia dalam upaya melawan terorisme dan radikalisasi. "Kami berdiri dalam solidaritas dengan pihak berwenang di Indonesia dan rakyatnya di saat-saat seperti ini," demikian pernyataan Uni Eropa.
[Gambas:Twitter]
Ledakan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi di saat banyak jemaah beribadah. Para tersangka pelaku sekeluarga terdiri atas ayah ibu dan empat anaknya berusia 9 hingga 18 tahun. Minggu malam juga terjadi ledakan di tempat berbeda di sebuah rumah susun di Wonocolo, Sidoarjo. Ledakan bom juga kembali terjadi di depan Markas Besar Kepolisian Surabaya, Senin (14/5) pagi ini. (nat)