"Singapura mengecam tindakan kekerasan tak masuk akal dan tak berperasaan terhadap warga di tempat-tempat beribadah," tulis Lee dalam surat yang dikutip The Straits Times, Senin (14/5).
Tak lama, Halimah juga merilis surat melalui Kementerian Luar Negeri Singapura berisi kecaman atas serangan sewenang-wenang yang merenggut nyawa warga sipil dan petugas kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berselang sekitar lima menit, bom kedua meledak di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, disusul ledakan di Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro.
Menurut kepolisian, pelaku ketiga serangan itu adalah satu keluarga yang terdiri dari pasangan orang tua dan empat anaknya.
Pada malam harinya, satu ledakan terjadi di Rusunawa Wonocoli, Sidoarjo. Kepolisian menduga ledakan ini masih berkaitan dengan bom di tiga gereja sebelumnya.
Lee mengatakan bahwa Singapura yakin pemerintah Indonesia dapat mengatasi situasi ini dengan baik, sementara Singapura siap bekerja sama.
"Saya yakin bahwa persatuan dan kesatuan antara rakyat Inbdonesia tak goyang selama waktu yang sulit ini," tulis Lee, sebagaimana dikutip The Straits Times. (has)